Kobaran api yang melahap gudang pabrik pengendalian kayu lapis PT Balikpapan Forest Industry (BFI) di Kelurahan Jenebora, Kecamatan Penajam, Kabupaten PPU, Kalimantan Timur (Kalimantan timur), betul-betul membuat petugas pemadam kerepotan. Mereka harus berjibaku mengalahkan si jago merah sampai pagi. Pabrik triplek itu terbakar pada Selasa (30/7) kira-kira jam 19.00 Wita. Tetapi, api baru sukses dipadamkan esok harinya kira-kira jam 06.00 Wita.
baca juga: harga triplek
Kasubbid Logistik serta Perlengkapan Tubuh Penanggulangan Musibah Wilayah (BPBD) PPU Nurlaila menjelaskan, sekitar enam unit mobil pemadam kebakaran dari Dinas Penanggulangan Kebakaran serta Pengamanan (DPKP) serta punya PT BFI, dan dua mesin potable punya BPBD serta Tug Boat (TB) Pandu Aditya PHKT dikerahkan. Dengan armada serta perlengkapan sekitar itu, petugas memerlukan waktu 10 sampai 11 jam untuk mematikan si jago merah.
Masalahnya kantor produksi II sekaligus juga gudang resin atau tepung ini digunakan sesaat untuk plywood atau triplek yan gampang terbakar. Bahkan juga, bahan baku tepung untuk kombinasi lem serta bahan kimia yang lain terbakar. Hingga api makin jadi membesar serta tidak gampang dikalahkan. Tidak hanya gedung atau gudang pabrik, triplek yang siap export ludes dilalap api.
“Luas ajang penampungan plywood serta tepung untuk kombinasi lem yang terbakar kira-kira 30×15 mtr. per sisi,” kata Nurlaila seperti dikabarkan Prokal.co (Jawa Pos Grup), Kamis (1/8).